2016-03-06

Powder Nastar Instant

Powder Instant Nastar 


Nastar is a popular and widely known cookies. Pondan Nastar cookie mix is easy to make, time saving and delivers a tasty snack guaranted tobe loved by your whole family


Ingredients :
Wheat flour
Whole milk powder
Sugar
Corn stare

How to make :

Beat margarine, butter and egg yolks for 2 minutes. Add Pondan Nastar cookies mix. Mix well using a spantula
Pick dough about a size of your thumb, flatten it, put on teaspoon of pineapple jam on it, then make the dough round like a ball by using your palm.
Put them on a pan greased with margarine. Repeat this step until all dough is filled and rounded

Bake at medium heat (140oC). After 30 minutes of baking (3/4 done). Pull the pan out of the oven, brush the cookies surface with egg yolks solution (beat using a spoon : 2 egg yolks with 1 teaspoon of fine sugar. Bake again for another 15 minutes (makes 2 jars of Nastar cookies)

Pineapple jam :

Mix 500gr crashed pineapple fruit, 150gr sugar and a pinch of salt. Cook with a medium heat on a stove until most of the pineapple juice evaporated, then reduce the heat while keep stirring. Cook is done after all water is evalporated

2015-12-07

Tepung Lapis Beras Praktis

Tepung Lapis Beras Praktis

Kue Lapis Tepung Beras adalah hidangan tradisional Indonesia yang khas dan lezat. Kini menghadirkan Kue Lapis Tepung Beras yang sangat mudah dalam pembuatannya untuk keluarga tercinta sehingga cepat di sajikan.
Komposisi :
  • Gula pasir
  • Tepung beras
  • Maizena
  • Garam
  • Perisa vanila
  • Perisa pandan
  • Pewarna Biru Berlian CI 42090 & Tartrazin CI 19140
 TIPS:
Untuk mengetahui kue lapis tepung beras sudah matang atau belum, tusuk bagian tengah kue dengan tusuk gigi lalu angkat. Bila tidak ada adonan yang menempel berarti kue sudah matang.
Santan peras yang digunakan dapat diganti dengan santan instant

2015-02-08

Home

...
Powered by Cincopa Video Hosting for Business solution.cakegambar kueBlackforest Powder Instant Blackforest originaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 298height 225Blackforest cake Tepung Kue Instant Blackforest cakeoriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 600height 600Bolu KukusTepung Kue Siap Pakai Bolu Kukusoriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMheight 232width 217camerasoftware GoogleBolu Kukus Powder Instant Bolu Kukusflash 16cameramake EASTMAN KODAK COMPANheight 303orientation 1camerasoftware Adobe Photoshop CS2 originaldate 6/25/2006 4:07:13 AMwidth 400cameramodel KODAK DX6440 ZOOM DIBolu Kukus Ketan HitamBahan Kue Siap Pakai originaldate 1/1/0001 6:00:00 AMheight 333width 500orientation 1camerasoftware Adobe Photoshop CS5 Brownis Coklat KejuTepung Kue Siap Saji Brownis Coklat Kejuoriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMheight 225width 298camerasoftware GoogleBrownis CookiesResep Brownis Cookies Siap Sajioriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 500height 375Brownis KukusTepung Kue Siap Pakaioriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMheight 1071width 1600camerasoftware GoogleKastangelPowder Siap Pakai Kue Kastangeloriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 660height 257Powder Instant Cassic Cakeoriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 467height 700Bika AmbonPowder Instant Bika Ambonoriginaldate 1/1/0001 6:00:00 AMwidth 600height 450DonatTepung Donat Instant siap Olahflash 25cameramake SAMSUNGheight 3078orientation 1camerasoftware Adobe Photoshop CS Woriginaldate 4/4/2012 8:22:54 PMwidth 4086cameramodel SAMSUNG PL20,PL21 /

Smile's Cake
AGEN BAHAN KUE SIAP PAKAI, BAHAN-BAHAN JADI SIAP OLAH, POWDER INSTANT  DAN BAHAN BAKU POWDER SUSU,
KAMI MENYEDIAKAN PERALATAN DAPUR, BAR , KITCHEN, RESTORAN, DAN TOKO RETAIL. PERALATAN WEDDING DLL.

KAMI SIAP SUPPORT BAHAN - BAHAN, BAGI YANG AKAN MEMULAI USAHA KULINER

Produk kami diantaranya :
- Powder Intstant Brownis Kukus
- Powder Intstant Brownis Kukus Coklat Keju
- Powder Intstant Brownis Kukus Ketan Hitam
- Powder Intstant Brownis Cookies Mix
- Powder Intstant Blackforest 
- Powder Intstant Blackforest Kukus
- Powder Intstant Bolu Kukus Spesial
- Powder Intstant Bolu Kukus Mawar
- Powder Intstant Lapis Surabaya & Bolu Gulung
- Powder Intstant Pandan Chiffon
- Powder Intstant Vanila Chiffon
- Powder Intstant Sponge Choccolate
- Powder Intstant Pan Cake & Crepes Mix
- Powder Intstant NASTAR
- Powder Intstant Kaastangel
- Powder Intstant BIKA AMBON
- Powder Intstant Classic Cake
- Powder Intstant Lapis Legit
- Powder Intstant Lapis Tepung Sagu
- Powder Intstant Lapis Tepung Beras
- Powder Intstant Lapis Kopi Kukus
- Powder Intstant Talam Beras


KAMI MELAYANI PENGIRIMAN KE BERBAGAI KOTA DI SELURUH INDONESIA, DARI SABANG SAMPAI MERAUKE TAK TERKECUALI.




Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder

Baking Powder dan Baking Soda bedanya apa ?

Mungkin kita sudah sering memasak kue dan roti, tapi belum betul-betul mengenal perbedaan fungsi Baking Soda dan Baking Powder. So, di artikel ini Resep Masakanku coba mengupas sedikit tentang perbedaan dan peran baking soda dan baking powder dalam pembuatan kue dan roti. Satu lagi, akan ada beberapa bahan pengembang kue yang akan diulas di artikel ini.. semoga bermanfaat :)

Dibawah ini adalah beberapa bahan yang paling sering digunakan untuk membuat kue dan roti, termasuk baking soda dan baking powder.

1. Soda Kue/Baking Soda
Merupakan komponen baking powder, kandungannya adalah sodium bicarbonat. Sifat bahan ini mengeluarkan gas (CO2) sehingga kue akan mengembang. Untuk membuat cake, penggunaannya biasanya bersamaan dengan baking powder. Untuk kue kering, soda kue memberikan efek tekstur kering, garing, dan renyah. Untuk membuat cake, menggunakan baking powder saja sebenarnya sudah cukup.
Merk dipasaran yang umum kita temukan adalah Koepoe-Koepoe, Pesawat Angkasa dan Arm & Hammer.Ada lagi fungsi lain dari baking soda ini, bisa digunakan untuk membersihkan kerak pada barang-barang alumunium seperti kitchen sink/tempat cuci piring atau untuk mencuci sayuran & buah. Karena kerak yang terbentuk biasanya karena penumpukkan sisa makanan dan bersifat asam maka baking soda akan membersihkannya dengan mudah!

2. Baking Powder
Baking powder merupakan bahan pengembang (leavening agent), yang terdiri dari campuran sodium bicarbonat, sodium alumunium fosfat, dan monocalcium fosfat. Sifat zat ini jika bertemu dengan cairan/air dan terkena panas akan membentuk karbondioksida. Karbondioksida inilah yang membuat adonan jadi mengembang. Untuk efek maksimal, gunakan double acting baking powder. Baking powder berfungsi untuk mengembangkan kue atau cake.
Baking powder yang tersedia di pasaran terdiri atas dua jenis yaitu single-acting baking powder dan double-acting baking powder.

Single-acting baking powder diaktifkan oleh cairan, jadi kamu harus segera memanggang/mengukus adonan segera setelah bahan-bahan dicampurkan jika menggunakan jenis baking powder yang ini karena begitu bertemu dengan adonan akan langsung bereaksi membentuk gelembung gas. Double-acting baking powder bereaksi dalam dua tahap dan dapat bertahan untuk beberapa saat menunggu adonan di panggang/dikukus. Dengan menggunakan double-acting baking powder, gas karbondioksida dilepaskan di suhu ruang ketika baking powder ditambahkan ke adonan, tetapi sebagian besar gas dilepaskan setelah suhu adonan meningkat yaitu saat cake kita panggang/kukus.

Jadi jika oven/kukusan anda terbatas tempatnya sementara kamu harus memanggang atau mengukus cake dalam jumlah banyak, maka gunakandouble-acting baking powder agar kue atau roti kamu tetap mengembang dengan baik meski masih banyak antrian loyang yang harus masuk ke oven.

Merk yang umum kita temukan di pasaran untuk single-acting baking powdermisalnya Koepoe-Koepoe, Pesawat Angkasa. Sedangkan merk untuk double-acting baking powder adalah Hercules.
note:
Kamu bisa mengganti baking soda dengan baking powder (tapi takaran baking powder harus lebih banyak, dan ini akan mempengaruhi rasa cake/kue). Tidak sebaliknya, kamu nggak bisa menggunakan baking soda untuk menggantikan baking powder. Baking soda sendiri tanpa campuran bahan asam tidak akan membuat cake mengembang. Jika kamu nggak memiliki baking powder di rumah, kamu bisa membuatnya sendiri dengan mencampurkan baking soda dengan cream of tartar. Porsinya, 2 bagian cream of tartar untuk 1 bagian baking soda.

3. Ovalet & TBM
Ovalet, TBM, dan SP merupakan merek dagang. Pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai bahan pelembut atau emulsifier dalam membuat cake, sehingga fungsinya bisa saling menggantikan dalam adonan cake. Namun, yang membedakan bahan pengemulsi ini terletak pada kualitasnya, karena diproduksi oleh perusahaan yang berbeda. Fungsinya sebagai emulsifier sehingga adonaan jadi lebih lembut. Jika hasil pengocokkan adonan cake dengan menambahkan ovalet atau TBM kurang stabil, maka cake yang dihasilkan jadi kurang lembut dan kurang maksimal.

4. SP
Sifatnya melembutkan tekstur cake dan membuat adonan lebih menyatu. Kandungan SP adalah gula ester. Esternya adalah asam lemak seperti asam steart, palmitic, dan oleic. Penggunaan SP lebih direkomendasikan dalam pembuatan cake, karena hasil pengocokkan adonan bisa lebih stabil, sehingga hasilnya lebih maksimal.

5. Cream of Tar-Tar
Krim ini membantu mengeluarkan gas dalam adonan cake, agar lebih mengembang. Biasanya digunakan saat mengocok putih telur agar lebih kaku. Kandungannya merupakan garam potassium (kalium) dan asam tartaric.

6. VX
Bahan tambahan makanan yang sifatnya melembutkan ini tidak mengembangkan. Komposisinya sodium bicarbonat, sodium acid picorofosfat, dan sari pati jagung. VX biasanya digunakan untuk mengembangkan adonan cake dan melembutkan secara maksimal.

7. Ragi Instan/Yeast/Biang Donat
Merupakan satu bahan dengan nama yang berbeda. Ragi isinya adalah mahluk hidup golongan khamir, yaitu saccaromyces cerevisiae. Mikroorganisme bersel satu inilah yang selama proses fermentasi pada adonan roti mengubah karbohidrat menjadi gas karbondioksida. Zat ini yang membuat adonan roti, donat, atau bakpau menjadi mengembang. Hanya dapat digunakan untuk adonan roti, bukan cake, atau kue kering. Dijual dengan merek dagang, salah satunya Fermipan.

8. Bread Improver
Bahan ini ditambahkan pada adonan untuk meningkatkan kualitas roti. Roti jadi lebih empuk, lebih lembap, seratnya lebih halus, fermentasi makin singkat, dan memperpanjang daya simpan. Terbuat dari berbagai macam campuran bahan aktif, seperti pelunak gluten, makanan ragi, enzim, dan emulsifier. Di pasaran dijual dengan salah satu merek dagang Unipan.

Sumber : Belajar Masak.net


Semoga Bermanfaat....

2015-02-06

Manfaat Tepung Talas

Umbi talas sangat bermanfaat sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai penyangga bahan pangan bagi daerah¬-daerah pada saat terjadinya kelangkaan pangan (musim paceklik), misalnya yang diakibatkan oleh terjadinya kemarau panjang dan sebagainya. Talas di beberapa negara juga digunakan sebagai makanan pokok seperti di Malaysia, Fiji, Samoa, Hawai, Kolumbia, Brasil, Filipina. Di Hawai, talas disajikan sebagai makanan pokok yang disebut poi yaitu talas yang dibuat getuk dan dicampur air dan kemudian difermentasikan sebelum dimakan. Sedangkan di Brasil talas dibuat jadi roti. Didalam program [B]diversifikasi pangan[/B], talas juga merupakan salah satu tanaman sumber penghasil karbohidrat non beras dari golongan umbi¬-umbian selain ubi kayu dan ubi jalar yang memiliki peranan cukup penting untuk penganekaragaman pangan.

[B]Talas[/B] (Colocasia., Esculenta (L.) Schott) suku talas-talasan atau Araceae) merupakan tumbuhan penghasil umbi, populer ditanam terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Talas mirip dengan taro namun menghasilkan umbi yang lebih besar. Talas memiliki peranan penting sebagai penghasil serat yang bermanfaat dalam melancarkan dan menyehatkan proses pencernaan. Makanan berserat membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna sehingga rasa kenyang tidak cepat hilang. Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi talas bermanfaat untuk mencegah kegemukan dan juga mampu menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker dan baik untuk penderita diabetes.

Untuk pemanfaatan langsung umbi talas, ada beberapa kendala sebagai bahan baku pangan yaitu timbulnya rasa gatal, rasa terbakar dan iritasi pada kulit, mulut, dan tenggorokan serta saluran cerna saat dikonsumsi. Masalah ini disebabkan oleh kalsium oksalat yang ada didalam talas. Untuk menghilangkan dan mengurangi kadar oksalat didalam talas dapat dilakukan perebusan, perendaman dalam air hangat, perendaman dalam larutan garam. Perkecambahan dan fermentasi juga dilakukan untuk menurunkan kadar oksalat terlarut. Salah satu untuk menanggulangi hal tersebut, maka dilakukan pengolahan talas menjadi tepung.

Di Indonesia, talas lebih banyak digunakan sebagai pangan kudapan (keripik, kolak, ubi goreng dan ubi rebus) atau tambahan sayur. Di negara-negara lain seperti di Jepang dan New Zealand, talas telah dimanfaatkan sebagai sebagai bahan baku produk berbasis karbohidrat seperti roti, kue-kue, makanan bayi atau produk-produk ekstrusi. Hal ini disebabkan karena talas memiliki sifat-sifat fungsional pendukung keberhasilan aplikasinya pada suatu produk pangan. Karena sifat-sifatnya, talas tersebut akhir-akhir ini sudah mulai dibuat tepung atau pati. Tepung dan pati merupakan dua produk yang berbeda cara pembuatan maupun sifat fisikokimia serta pemanfaatannya. Namun, seringkali terjadi kerancuan pengertian antara dua produk tersebut. Pada pembuatan tepung, seluruh komponen yang terkandung di dalam bahan pangan dipertahankan keberadaannya, kecuali air. Sedangkan pada pembuatan pati, pada prinsipnya hanya mengekstrak kandungan pati saja. Oleh sebab itu, dalam pembuatan pati terdapat limbah padat (ampas), sedangkan pada pembuatan tepung tidak ada limbah padat, kecuali kulit.

Teknologi tepung merupakan salah satu proses allemalif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan disimpan, mudah dicampur (dibuat komposit), diperkaya zat gizi (difortifikasi), dibentuk, dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang ingin serba praktis. Prosedur pembuatan tepung sangat beragam, dibedakan berdasarkan sifat dan komponen kimia bahan pangan. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1) bahan pangan yang tidak mudah menjadi coklat apabila dikupas (kelompok serealia), dan 2) bahan pangan yang mudah menjadi coklat (kelompok aneka umbi dan buah yang kaya akan karbohidrat).

Dari hasil penelitian juga menemukan banyaknya kandungan bermanfaat dalam [B]tepung talas.[/B] Di antaranya, talas memiliki jumlah lemak yang rendah, hanya sekitar 0,2 persen, serta punya kandungan serat yang cukup banyak hingga 5,3 gram. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan serat sampai 20,5 persen dalam sehari. "Kalorinya juga tidak banyak sehingga cocok kalau dibuat makanan untuk diet,”.

Proses pembuatan tepung talas cukup sederhana dan mudah sehingga dapat dipraktekkan dalam skala rumah tangga. Adapun cara pembuatan tepung talas adalah sebagai berikut:

- Pilih talas yang benar-benar tua akan tetapi tidak ada kerusakan seperti kebusukan dan memar-memar.

- Gunakan jenis talas bentul, talas ketan atau talas lampung.

- Kupas kulit talas sampai bersih.

- Cuci bersih talas yang telah dikupas dengan menggunakan air mengalir, kemudian tiriskan

- Rajang-rajang tipis talas dan rendam dalam larutan (natrium metabisulfit, asam sitrat dan asam askorbat)

- Rendam irisan talas dalam larutan air garam (1 sdt dalam 5 liter air) selama 20 menit.

- Rendam kembali dalam larutan natrium metabisulfit (1 gram per 1 liter air) selama 20 menit, cuci kembali dengan air mengalir dan tiriskan.

- Keringkan irisan talas diatas para-para dengan menggunakan cahaya matahari sampai kering.

- Giling talas kering dengan menggunakan grinder.

- Ayak tepung talas yang sudah digrinder dan kemas sesuai dengan tujuan pasar.




Dari beberapa pengkajian menunjukkan bahwa tepung talas berpotensi untuk digunakan sebagai ingredien untuk pembuatan produk baru ataupun untuk mengganti tepung-tepung konvensional. Tepung talas memiliki kapasitas absorpsi air yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengental untuk soup ataupun produk olahan lainnya. Granula patinya yang tahan panas memungkinkan tepung talas digunakan sebagai pengental pada produk yang diolah pada suhu tinggi. Tepung talas juga memiliki kapasitas absorpsi lemak yang tinggi. Dengan kapasitas absorpsi airnya yang juga tinggi, maka tepung ini sangat potensial digunakan untuk mempertahankan flavor, memperbaiki palatabilitas dan memperpanjang umur simpan produk olahan daging, maupun produk-produk lainnya seperti whipped toppings, sosis, chiffon, deserts, brownies, angel cake, cookies, mie dan sponge cake. Pasta tepung talas tidak mengalami peningkatan kekentalan selama proses pendinginan. Karakter ini memungkinkan aplikasi tepung talas pada produk-produk yang mensyaratkan stabilitas pasta selama penyimpanan produk di suhu dingin.

Pembuatan roti dengan pencampuran tepung talas sebagai bahan substitusi akan mengurangi kandungan gluten adonan dimana gluten berperan dalam pembentukan struktur roti, pengembangan adonan dan volume roti. Oleh karena itu, untuk mendapatkan produk roti dengan mutu yang masih dapat diterima oleh konsumen perlu ditambahkan karboksimetil selulosa (CMC). Dengan penambahan karboksimetil selulosa (CMC) maka diharapkan dapat dihasilkan mutu roti tawar yang memiliki sifat-sifat yang baik dan masih tetap disukai.

Oleh karena itu umbi talas sekarang banyak dikembangkan dan diolah menjadi bahan jadi tepung talas, banyak resep kuliner berbahan talas, mulai dari kue lapis talas, keripik talas dan sebagainya, seperti yang terkenal dari bogor dan menjadi banyak inspirasi untuk berwirausaha. Untuk pemanfaatan langsung umbi talas yang katanya gatal jika dimakan bisa dilakukan proses pengareman atau bahan umbi talas direndam dahulu pada air garam setelah itu baru digunakan.

Kontribusi Tepung Terigu

Kontribusi Tepung Terigu Sebagai Sumber Pangan Alternatif NON Beras


Persoalan impor beras masih mengandung perdebatan. Sebagaimana kita ketahui beras di Indonesia bukanlah semata-mata merupakan komoditas pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, tetapi lebih dari itu, ia telah menjadi komoditas yang dapat mempengaruhi stabilitas negara.
Indonesia lebih menggantungkan kebutuhan makanan pokok pada beras, padahal banyak sekali pangan pokok selain beras. Wilayah Indonesia mempunyai jenis pangan pokok yang beragam. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia sangat luas dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda sehingga sumber pangan pokoknya pun sangat beragam. Sebelum mengenal beras, masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan pokok yang berbeda-beda sesuai dengan bahan-bahan pangan yang terdapat di wilayahnya masing-masing.

Setiap bangsa di dunia mendambakan kemajuan dan kemakmuran. Banyak faktor yang menentukan kemajuan dan kemakmuran sebuah bangsa yaitu sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).

Ketika mendengar kata nasi, asosiasi kita langsung ke beras, dan itu pasti berasal dari padi. Makanpun kalau tidak dengan nasi serasa belum makan. Panganan lain, umbi-umbian, terigu, sagu, jagung, misalnya dipandang sebagai makanan ringan/cemilan.
Mengartikan pangan identik dengan beras sesungguhnya telah mengecoh kita. Sejarah Indonesia mencatat sagu, jagung, singkong, talas dan ubi jalar dijadikan makanan pokok warga selama bertahun-tahun. Kemajuan dibidang ekonomi dan teknologi yang dibarengi dengan perbaikan kesejahteraan telah menyebabkan pola makan mengkristal pada beras.
Perubahan beras menjadi menu favorit itu telah membuat pemerintah berada pada posisi yang serba sulit. Sebab, pemerintah, mau atau tidak mau, suka tidak suka, harus siap menyediakan beras dalam jumlah yang cukup, baik dimusim panen maupun paceklik.
Makanan dikatakan pokok jika mencukupi kebutuhan gizi dasar, yaitu kalori. Makanan pokok tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karena itu makanan pokok biasanya dilengkapi dengan lauk pauk untuk memebuhi nutrisi seseorang. Kebutuhan kalori terutama dipenuhi dari karbohidrat. Setiap gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori energi pangan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan pada umumnya berasal dari tanaman yang biasanya digunakan sebagai makanan pokok. Masyarakat Indonesia sampai saat ini bergantung pada satu jenis makanan pokok yaitu beras yang diolah menjadi nasi. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk memperkenalkan kembali penggunaan bahan-bahan pangan alternatif non beras. Sehingga ketergantungan kepada beras lambat laun akan berkurang.
Kenapa pemerintah tidak mencoba menggalakkan kembali makanan pokok asli Indonesia (jagung, singkong, ubi kayu, sagu, sukun) dioloh menjadi tepung (seperti tepung terigu), karena keunggulan tepung antara lain. Pertama, tepung praktis penggunaannya. Dari tepung, bisa diproduksi puluhan aneka makanan bercita rasa tinggi, seperti mi instant, kue hingga panganan yang lainnya. Kedua, Tepung selain praktis juga tahan lama dalam penyimpanan. Ketiga teknologi pengolahan tepung mudah dikuasai dengan biaya murah. Keempat, tepung mudah diperkaya dengan nutrisi tambahan. Kelima, masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi makanan dari tepung.
Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Definisi ketahanan pangan pada Undang-undang tersebut berbunyi “ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman merata dan terjangkau”. Dimensi yang terkandung dalam pengertian ketahanan pangan mencakup dimensi fisik pangan (ketersediaan), dimensi ekonomi (daya beli), dimensi kebutuhan gizi individu (dimensi gizi), dimensi waktu (setiap saat), dimensi keamanan pangan (kesehatan) dan dimensi sosial budaya.
Untuk itu masyarakat di pedesaan perlu diajak mengembangkan potensi pangan non beras berbasis sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan pada bantuan pangan saat terjadi bencana. Roti, martabak, mie dan makanan yang lainnya yang ternyata bisa menggantikan nasi telah disukai oleh masyarakat sampai kepedesaan, namun perlu diingat sumber karbohidrat lainnya harus dikembangkan (karena terigu sebagai bahan baku roti, mie dan panganan yang lainnya didapat dari impor). Sumber bahan karbohidrat lokal seperti ubi jalar, singkong, sukun, dan jagung sebagai salah satu alternatif menurut beberapa penelitian patut dikembangkan.
Dengan mengkonsumsi pangan yang lebih beragam, bergizi, dan dengan kandungan nutrisi berimbang, maka kualitas kesehatan akan semakin baik. Hasilnya konsumsi beras perkapita diharapkan menurun. Apabila upaya-upaya tersebut di atas berhasil dilakukan maka harapan kita untuk meningkatkan produk pangan non beras akan tercapai. Begitu juga konsumsi beras perkapita akan menurun, kualitas konsumsi pangan masyarakat akan semakin beragam, bergizi dan berimbang. Dengan demikian pada akhirnya ketahanan pangan masyarakat Indonesia akan semakin mantap.
Untuk meningkatkan ketahanan pangan kita perlu mencari solusi alternatif pangan lokal penganti beras guna mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk, yaitu dengan diversifikasi pangan seperti singkong, jagung, sagu, ubi kayu, gandum. Untuk itu perlu memberdayakan petani dipedesaan untuk mengembangkan tanaman tersebut sebagai alternatif pangan lokal. Untuk mewujudkan itu, diperlukan perhatian serius dari pemerintah. Antara lain berupa bantuan teknologi pascapanen, penyediaan bibit berkualitas, teknologi pengolahan pangan, penyediaan infrastruktur gudang, penjaminan pasar, dan promosi serta pemberdayaan petani dan juga diperlukan sistem penyuluhan yang proaktif dan efektif. Hanya dengan cara inilah krisis kekurangan pangan bisa ditekan dan kemandirian pangan lokal bisa dibangun.
Sumber Karbohidrat
Berdasarkan kandungan karbohidratnya, terigu memadai sebagai pengganti makanan pokok nasi. Karbohidrat merupakan simpanan energi bagi tumbuh-tumbuhan. Bagi manusia, karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembentuk berbagai senyawa tubuh, bahan pembentuk asam amino esensial, metabolisme normal lemak, menghemat protein, meningkatkan pertumbuhan bakteri usus, mempertahankan gerak usus (terutama serat), meningkatkan konsumsi protein, mineral, dan vitamin B. Pangan sumber karbohidrat adalah beras, ubi jalar, singkong, kentang, pisang, sagu, gandum.
a. Sifat Karbohidrat
Karbohidrat digolongkan dalam poli sakarida, disakarida dan mono sakarida. Monosakarida dan disakarida dikenal sebagai gula sederhana atau karbohidrat sederhana. Monosakarida penting di dalam pangan dan metabolisme tubuh adalah glukosa, fruktosa, galaktosa, dan mannose. Glukosa, fluktosa, dan galaktosa merupakan unit pembentukan disakarida. Polisakarida dikenal sebagai karbohidrat komplek seperti pati, selulosa, serat.
b. Jika dibakar dalam tubuh menghasilkan energi, CO2, dan air.
c. Beberapa karbohidrat dapat disentesa dalam tubuh dari lemak dan protein yang tersimpan dalam tubuh.
d. Karbohidrat dapat disimpan sedikit dalam tubuh, yaitu di dalam hati dan jaringan otot sebagai glikogen.
e. Jika sebagian besar karbohidrat yang diserap tubuh tidak segera digunakan maka akan diubah menjadi lemak dan disimpan sebagai jaringan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi saat diperlukan nanti.
f. Biasanya bahan makanan yang kaya karbohidrat tampak berukuran besar dan sedikit sekali zat gizi lainnya (Yayuk Farida Baliwati dkk [Ed], 2006: 51).
Prospek dan Potensi Tepung Terigu
Sampai saat ini tepung terigu merupakan produk impor yang didatangkan dari Negara-negara subtropis seperti Amerika dan Australia. Biasanya terigu didatangkan masih berupa butiran biji gandum. Melalui proses pencucian, pengupasan sekam, penggilingan dan pemutihan (bleaching) maka jadilah tepung terigu seperti yang kita kenal.
Tepung terigu mengandung banyak protein. Kadar protein tinggi (hard wheat) kandungan proteinnya 11-13 %, terigu berprotein sedang (medium wheat) kandungan proteinnya 10-11% dan terigu berprotein rendah (soft wheat) kandungan proteinnya 8-9%.
Masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengkonsumsi tepung terigu yang diolah menjadi mie, roti, aneka kue, dll. Untuk itu pemerintah harus mencoba memberdayakan petani untuk menanam gandum sebagai bahan baku tepung terigu.
Selain itu memilih tepung terigu menjadi alternatif pangan pokok, ternyata masih mengalami kendala. Saat ini industri yang berbahan baku terigu, baik industri besar maupun industri kecil, serta konsumen rumah tangga yang sudah tergantung pada tepung terigu makin menjerit, karena harga tepung terigu yang terus melambung. Untuk menekan kenaikan tepung terigu, tentu bukan pekerjaan yang mudah, karena tepung terigu adalah produk impor yang ketergantungan dengan negara-negara pengekspornya cukup besar. Pemerintah harus bisa mengontrol dan menentukan harga tepung terigu dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga importir tidak seenaknya menetapkan harga tepung terigu. Dengan adanya uji coba budi daya tanaman gandum, mengontrol dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) tersebut ketergantungan terhadap impor tepung terigu bisa dikurangi sehingga nantinya tepung terigu bisa dijadikan sebagai sumber pangan alternatif non beras dan ketahanan pangan di Indonesia akan segera terwujud.

Keunggulan Tepung Nonterigu

Beberapa Jenis Tepung Nonterigu

Kini, kita boleh berbangga hati. Beberapa jenis tepung nonterigu dari bahan lokal, sudah mulai bisa didapat di pasaran, meski jangkauannya mungkin memang belum terlalu luas. Mulai dari tepung cassava (singkong), tepung ubi ungu, tepung pisang, tepung ganyong, hingga tepung sukun.

Imbauan untuk kembali menengok sumber pangan lokal untuk divariasikan menjadi aneka jenis sajian, dulu mungkin masih terasa jauh dari realitas. Sangat sulit untuk mengaplikasikan bahan-bahan segar menjadi kue-kue, misalnya, bila bahan tersebut tidak diolah dulu jadi bentuk tepung. Selain tepung terigu, yang banyak dijual paling cuma tepung beras dan tepung beras ketan.

Umumnya, tepung-tepung nonterigu ini memiliki kemampuan menyerap air yang lebih tinggi dibanding tepung terigu. Dari segi bisnis, hal ini jadi poin menguntungkan. Sebab, tepung nonterigu bisa menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak sehingga harga jual produk pun bisa lebih murah.

Keunggulan lain dari tepung nonterigu adalah memiliki kandungan oligosakarida bersifat prebiotik, yang sangat berguna untuk melancarkan pencernaan. Tapi, sayangnya, kalau dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan flatulensi, di mana oligosakarida akan menghasilkan banyak gas dalam perut. Jadi, inilah alasan kenapa banyak orang bilang, jangan kebanyakan makan ubi, nanti jadi sering buang angin.

Satu kehebatan tepung terigu yang sulit disaingi oleh tepung lainnya adalah kandungan gluten yang hanya ada pada tepung terigu (dalam jumlah sedikit, kandungan gluten bisa ditemukan di tepung ketan). Gluten merupakan salah satu protein penyusun tepung terigu yang membuatnya begitu ‘sempurna’ menjadi bahan dasar untuk adonan roti. Gluten inilah yang menyebabkan adonan roti bisa elastis dan mampu mengembang hingga 2 kali volume adonan awal. Tepung terigu juga berbau netral, tidak seperti tepung jenis lainnya yang umumnya terdeteksi lewat indra penciuman.

Di sisi lain, menurut Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si, sekitar awal tahun 2000-an, FAO (Badan Pertanian Dunia) dan WHO (Badan Kesehatan Dunia) mengeluarkan deklarasi bahwa tepung terigu merupakan satu dari 8 kelompok pangan yang mengandung alergen (penyebab alergi). Hal ini otomatis menjadi lampu kuning bagi siapa pun yang sensitif (mudah alergi), salah satunya adalah penderita autisme. Sejak itulah, tepung-tepung nonterigu mulai dikembangkan sebagai langkah antisipasi. (f)

Apakah tepung ubi jalar bisa digunakan untuk membuat cake? Ini jawabannya.